Forbes melaporkan pada 19 Oktober 2026 bahwa Michael Dell telah melampaui Mark Zuckerberg untuk menjadi orang terkaya kelima di dunia, sebuah pergeseran yang didorong oleh reli luas pada saham-saham teknologi. Perubahan peringkat ini mencerminkan volatilitas yang menyelimuti kekayaan sektor teknologi berkapitalisasi besar sepanjang tahun ini, di mana nilai kekayaan dapat berfluktuasi hingga miliaran dolar hanya dalam hitungan hari.
Hanya seminggu sebelumnya, kekayaan Dell sempat turun tajam saat saham teknologi merosot akibat meningkatnya kecemasan terhadap perdagangan kecerdasan buatan (AI). Pembalikan cepat tersebut menggarisbawahi betapa eratnya posisi puncak dalam daftar Forbes Real-Time Billionaires terkait dengan sentimen pasar harian seputar ekuitas yang terpapar AI.
Kekayaan Zuckerberg sendiri juga terus melonjak. Saham Meta Platforms naik lebih dari 11% dalam satu sesi setelah aplikasi AI agentic baru milik perusahaan, Muse, mencatat 2,5 juta unduhan dalam dua minggu setelah peluncurannya, melampaui para pesaing seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude. Lonjakan tersebut menambah sekitar $25 miliar pada kekayaan bersih Zuckerberg, mengangkatnya ke posisi keenam dalam daftar Forbes, tepat di bawah salah satu pendiri Alphabet, Sergey Brin. Wells Fargo merespons hal ini dengan menaikkan target harga saham Meta dari $640 menjadi $796.
Keuntungan simultan bagi Dell dan Zuckerberg mengilustrasikan dinamika yang lebih luas: papan peringkat miliarder kini semakin menjadi representasi real-time dari keyakinan investor terhadap infrastruktur dan lapisan aplikasi AI. Ketika sentimen berubah positif, kekayaan yang terikat pada perusahaan seperti Dell Technologies dan Meta ikut berkembang; sebaliknya, saat keraguan tentang monetisasi AI muncul, pembalikan nilai terjadi sama cepatnya.

