ABN AMRO membukukan laba bersih kuartal II sebesar €781 juta, melonjak 29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara imbal hasil ekuitas membaik menjadi 12,1% dari 9,4%. Bank asal Belanda ini juga menaikkan target pendapatan bunga bersih komersial setahun penuh dan menurunkan proyeksi biaya, menandakan manajemen melihat momentum laba berlanjut hingga sisa tahun 2026.
Lonjakan laba ini ditopang oleh kekuatan bisnis yang luas. Pendapatan bunga bersih naik 11%, didukung pertumbuhan penyaluran kredit dan simpanan. Pendapatan fee meningkat tajam, mencerminkan aset nasabah yang lebih tinggi dan kinerja bisnis kliring yang tetap kuat. Disiplin biaya tetap ketat, dan kualitas kredit tetap solid, dengan biaya risiko hanya 4 basis poin.
Generasi modal juga menguat. Rasio CET1 membaik menjadi 15,9%, ditopang pertumbuhan aktivitas yang tidak terlalu padat modal. Dividen interim sebesar €0,68 per saham diumumkan, mengembalikan modal langsung kepada pemegang saham.
CEO Marguerite Bérard menyebut kuartal ini sebagai kuartal yang kuat lagi, dengan permintaan nasabah yang berlanjut dan fee yang tinggi. Ia mencatat kemajuan lebih lanjut dalam efisiensi biaya dan optimalisasi portofolio. Komentar prospek bank mengakui ekonomi Belanda yang tangguh, meskipun menyoroti inflasi yang tinggi dan ketidakpastian geopolitik. ECB menaikkan suku bunga deposito sebesar 25 basis poin pada Juni, dan ABN AMRO memperkirakan kenaikan lagi pada September.

