Farrsal
Analisis dan berita finansial

Wawasan global untuk keputusan yang lebih baik.

Berita ekonomi, pasar, dan geopolitik dengan konteks yang jernih.

FarrsalNews for a Smarter Tomorrow
Analisis dan berita finansial•2 menit bacaHalaman 1 dari 2

Emaar Properties Catat Laba Lebih Rendah Meski Pendapatan Tumbuh

Emaar Properties melaporkan penurunan laba meskipun pendapatan tumbuh, menunjukkan tekanan margin di tengah siklus properti Dubai yang matang.

Redaksi Farrsal
Farrsal · News for a Smarter Tomorrow
f𝕏WAin
Emaar Properties Catat Laba Lebih Rendah Meski Pendapatan Tumbuh
Gambar ilustrasi berita: Emaar Properties Catat Laba Lebih Rendah Meski Pendapatan Tumbuh

Ringkasan Berita

Cuplikan dari isi artikel

  • Emaar Properties mencatat penurunan laba meskipun pendapatan meningkat, menurut laporan keuangan terbaru perusahaan. Pengembang yang terdaftar di…
  • Perbedaan antara pertumbuhan pendapatan dan kontraksi laba bersih menunjukkan tekanan margin yang perlu dicermati. Di sektor real estat UEA yang…
  • Sementara itu, Arada mencatat pendapatan grup naik lebih dari 20% menjadi AED 3 miliar pada periode yang sama, tetapi EBITDA turun hampir sepertiga…

Emaar Properties mencatat penurunan laba meskipun pendapatan meningkat, menurut laporan keuangan terbaru perusahaan. Pengembang yang terdaftar di Dubai ini, yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Dubai, secara historis mencatat pertumbuhan laba bersih yang konsisten dari 2023 hingga 2025, dengan laba bersih tahun penuh 2023 naik 70% menjadi AED 11,6 miliar pada pendapatan AED 26,8 miliar dan laba per saham mencapai AED 1,32.

Perbedaan antara pertumbuhan pendapatan dan kontraksi laba bersih menunjukkan tekanan margin yang perlu dicermati. Di sektor real estat UEA yang lebih luas, rekan-rekan menunjukkan tren profitabilitas yang beragam: Deyaar Development melaporkan kenaikan laba bersih sebelum pajak sebesar 26% secara tahunan menjadi AED 336,1 juta untuk paruh pertama 2026, sementara pendapatannya hanya tumbuh 3% menjadi AED 952,6 juta.

Sementara itu, Arada mencatat pendapatan grup naik lebih dari 20% menjadi AED 3 miliar pada periode yang sama, tetapi EBITDA turun hampir sepertiga menjadi AED 480 juta, dengan manajemen menyebut gangguan rantai pasokan terkait konflik regional sebagai faktor yang menunda konstruksi dan pengakuan pendapatan.

Reaksi pasar terhadap hasil Emaar akan dicermati dengan aktivitas perdagangan terakhir. Pada 4 Agustus, saham Emaar naik 6,5% memimpin reli pasar UEA yang luas, menyumbang hampir setengah dari nilai transaksi Bursa Efek Dubai. Pada sesi berikutnya, saham naik lagi 1,36% menjadi AED 11,96 dan menyumbang AED 254 juta dari total nilai transaksi harian AED 682 juta, dengan investor asing mencatat aliran masuk bersih sebesar AED 50,9 juta.