Farrsal
Analisis dan berita finansial

Wawasan global untuk keputusan yang lebih baik.

Berita ekonomi, pasar, dan geopolitik dengan konteks yang jernih.

FarrsalNews for a Smarter Tomorrow
Analisis dan berita finansial•3 menit bacaHalaman 1 dari 3

Harga Perak Naik ke $65,70 di Tengah Data AS yang Melunak, Prospek Industri Masih Mendung

Harga perak naik ke $65,70 per ons setelah data ekonomi AS yang lemah meredam ekspektasi kenaikan suku bunga, meskipun prospek permintaan industri masih belum…

Redaksi Farrsal
Farrsal · News for a Smarter Tomorrow
f𝕏WAin
Harga Perak Naik ke $65,70 di Tengah Data AS yang Melunak, Prospek Industri Masih Mendung
Gambar ilustrasi berita: Harga Perak Naik ke $65,70 di Tengah Data AS yang Melunak, Prospek Industri Masih Mendung

Ringkasan Berita

Cuplikan dari isi artikel

  • Harga perak naik ke $65,70 per ons pada Senin, memperpanjang pemulihan dari koreksi pekan lalu, setelah data ekonomi AS yang lebih lemah mendorong…
  • Pada pukul 08.05 ET, harga spot naik 1,56%, atau $1,01, dari penutupan sebelumnya di $64,70, menurut data pasar yang dikutip USA Today. Fortune…
  • Kenaikan ini menyusul serangkaian laporan AS yang mendinginkan argumen untuk kebijakan yang lebih ketat. Inflasi CPI Juli turun ke 3,4% secara…

Harga perak naik ke $65,70 per ons pada Senin, memperpanjang pemulihan dari koreksi pekan lalu, setelah data ekonomi AS yang lebih lemah mendorong mundur ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Pada pukul 08.05 ET, harga spot naik 1,56%, atau $1,01, dari penutupan sebelumnya di $64,70, menurut data pasar yang dikutip USA Today. Fortune melaporkan pembacaan awal $65,48 pada pukul 06.00 ET, naik 66 sen dari sesi sebelumnya. Logam ini telah naik lebih dari 70% dalam 12 bulan terakhir dari $38,01, meskipun masih 44% di bawah level tertinggi 52 minggu di $117,39 yang dicapai awal tahun ini.

Kenaikan ini menyusul serangkaian laporan AS yang mendinginkan argumen untuk kebijakan yang lebih ketat. Inflasi CPI Juli turun ke 3,4% secara tahunan dari 3,5% pada Juni, menandai bulan kedua berturut-turut perlambatan, sementara penurunan tak terduga dalam payroll nonpertanian dan penurunan penjualan ritel menambah bukti momentum yang melambat. Futures dana Fed kini memperkirakan sekitar satu-dari-tiga peluang kenaikan suku bunga pada September, turun dari sekitar 55% sepekan sebelumnya, menurut DBT Bureau.

Indeks Dolar AS turun ke sekitar 99,50 dalam perdagangan Asia pada Senin, menghilangkan hambatan yang sebelumnya menghentikan upaya breakout pekan lalu. Dolar yang lebih lemah secara mekanis mendukung komoditas yang dihargai dalam dolar, dan kenaikan perak mencerminkan kenaikan emas sebesar 0,44% ke $4.396 per ons.