Farrsal
Analisis dan berita finansial

Wawasan global untuk keputusan yang lebih baik.

Berita ekonomi, pasar, dan geopolitik dengan konteks yang jernih.

FarrsalNews for a Smarter Tomorrow
Analisis dan berita finansial•2 menit bacaHalaman 2 dari 2

Laba Alupar Kuartal II Turun 14,6% akibat Biaya Utang Terkait IPCA dan Pembatasan Operasi

Alupar mencatat laba bersih regulasi kuartal II 2026 turun 14,6% menjadi R$159 juta, di bawah estimasi, akibat biaya utang terkait IPCA dan pembatasan operasi.

Redaksi Farrsal
Farrsal · News for a Smarter Tomorrow
f𝕏WAin
Laba Alupar Kuartal II Turun 14,6% akibat Biaya Utang Terkait IPCA dan Pembatasan Operasi
Gambar ilustrasi berita: Laba Alupar Kuartal II Turun 14,6% akibat Biaya Utang Terkait IPCA dan Pembatasan Operasi

Ringkasan Berita

Cuplikan dari isi artikel

  • Alupar Investimento S.A. melaporkan penurunan laba bersih regulasi sebesar 14,6% secara tahunan menjadi R$159 juta pada kuartal II 2026, di bawah…
  • Perusahaan mengaitkan kontraksi laba dengan biaya layanan utang yang lebih tinggi terkait indeks inflasi IPCA dan biaya pelaksanaan proyek transmisi…
  • Direktur hubungan investor Luiz Coimbra mengatakan kepada CNN Brasil bahwa pendapatan transmisi meningkat tetapi sebagian diimbangi oleh pembatasan…

Untuk semester pertama, laba bersih regulasi turun 5,6% menjadi R$307,9 juta sementara pendapatan tumbuh 13,3% menjadi R$1,94 miliar dan EBITDA naik 11,2% menjadi R$1,52 miliar. Margin EBITDA semester pertama menyempit 1,4 poin menjadi 78,2%.

Meskipun laba di bawah estimasi, dewan menyetujui dividen interim sebesar R$69,2 juta — R$0,21 per Unit dan R$0,07 per saham biasa dan preferen — yang dibayarkan paling lambat 6 Oktober kepada pemegang saham yang tercatat pada 13 Agustus. Pembayaran ini mengikuti kuartal yang digambarkan perusahaan memiliki "hasil operasi yang kuat." Utang bersih mencapai R$9,5 miliar pada akhir kuartal.

Alupar kini telah meleset dari estimasi konsensus dalam empat kuartal berturut-turut. Dengan sebagian besar utang diindeks ke IPCA dan pembatasan ONS yang berlanjut, pertanyaan kuncinya adalah apakah pertumbuhan transmisi dapat menyerap biaya keuangan yang meningkat dan volatilitas pembangkit sebelum margin stabil.

Sumber: Sumber 1 · Sumber 2 · Sumber 3 · Sumber 4 · Sumber 5 · Sumber 6

Berita Terbaru