Hanya 19% rumah tangga Eropa yang memiliki AC, dibandingkan dengan sekitar 90% di Amerika Serikat, membuat tempat kerja dan rumah jauh lebih rentan setelah suhu melewati ambang produktivitas 30°C. Badan Lingkungan Eropa memperingatkan bahwa panas berlebih kini membawa implikasi ekonomi makro dan fiskal yang signifikan, dengan kerugian terkait iklim di Eropa meningkat tajam sejak 1980-an, memuncak pada sekitar €50 miliar pada 2021–2022.
Hal yang Perlu Dicermati
Respons kebijakan UE selama ini condong ke arah mitigasi emisi, tetapi musim panas ini memaksa pengakuan bahwa investasi adaptasi — infrastruktur pendingin, modernisasi jaringan listrik, perlindungan pekerja, pendinginan energi yang terdiversifikasi — tidak lagi opsional. Pertanyaannya sekarang adalah apakah keuangan publik yang sudah tertekan oleh belanja darurat dapat menyerap skala adaptasi yang diperlukan sebelum musim panas yang saling memperkuat berikutnya tiba.
Sumber: Sumber 1 · Sumber 2 · Sumber 3 · Sumber 4 · Sumber 5 · Sumber 6





