Impor kendaraan penumpang ke Amerika Serikat turun 21,08% pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun 2024, sementara ekspor turun 21,90%, meskipun perdagangan AS secara keseluruhan meningkat. Kontraksi yang terjadi bersamaan ini merupakan salah satu pembalikan paling tajam dalam perdagangan otomotif sejak pandemi dan menempatkan arsitektur tarif pemerintahan Trump sebagai pusat penyesuaian industri.
Penurunan ini bukan sekadar fluktuasi bulanan yang terisolasi. Data kuartalan menunjukkan impor kendaraan bermotor, suku cadang, dan mesin AS turun menjadi US$98,36 miliar pada kuartal I 2026, turun 15,40% dari tahun sebelumnya. Di sisi ekspor, pengiriman mobil bulanan turun menjadi 87.760 unit pada April 2026, turun 17,43% dari Maret, meskipun masih 6,03% di atas level April 2025.
Pemicu kebijakan ini terdokumentasi dengan baik. Pada 26 Maret 2025, Presiden Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang memberlakukan tarif 25% untuk semua kendaraan penumpang dan truk ringan impor, efektif 3 April 2025, serta tarif 25% yang sama untuk suku cadang tertentu—mesin, transmisi, komponen powertrain, dan suku cadang listrik—efektif 3 Mei 2025. Tindakan ini didasarkan pada investigasi Section 232 tahun 2019 yang menemukan bahwa impor otomotif mengancam keamanan nasional, sebuah temuan yang ditegaskan kembali dalam Proklamasi 10925 tanggal 29 April 2025.

