Farrsal
Analisis dan berita finansial

Wawasan global untuk keputusan yang lebih baik.

Berita ekonomi, pasar, dan geopolitik dengan konteks yang jernih.

FarrsalNews for a Smarter Tomorrow
Analisis dan berita finansial•6 menit bacaHalaman 2 dari 6

Bank Sentral Dunia Kehabisan Amunisi Hadapi Inflasi Geopolitik

Inflasi yang dipicu geopolitik membuat bank sentral dunia, dari The Fed hingga BOJ, kehilangan daya alat kebijakan konvensional. Suku bunga tak lagi efektif…

Redaksi Farrsal
Farrsal · News for a Smarter Tomorrow
f𝕏WAin
Bank Sentral Dunia Kehabisan Amunisi Hadapi Inflasi Geopolitik
Gambar ilustrasi berita: Bank Sentral Dunia Kehabisan Amunisi Hadapi Inflasi Geopolitik

Ringkasan Berita

Cuplikan dari isi artikel

  • Angka minus 23.000 itulah yang membuat para trader Wall Street tersedak kopi mereka pagi itu. Angka buruk itu sendiri bukanlah kejutan; ekonom kerap…
  • Ketika data ketenagakerjaan melunak tetapi bank sentral tidak bisa merespons dengan bebas karena inflasi energi masih membara, itu bukan sekadar…
  • Tarik data dari lima ekonomi terbesar dunia selama sepekan terakhir, polanya menjadi lebih tajam daripada yang disiratkan oleh satu judul harian.

Pendorong utama angka merah itu adalah hilangnya 53.000 pekerjaan pemerintah, sementara payroll swasta sebenarnya naik 30.000. Sejumlah ekonom menyebut ini noise musiman yang bisa berbalik bulan depan. Boleh saja optimistis soal itu, tetapi upah rata-rata per jam hanya tumbuh 3,2% secara tahunan, laju terlemah sejak Mei 2021. Jika ini benar-benar hanya noise musiman, mengapa daya beli pekerja melambat pada saat yang sama?

The Fed kini terjepit di antara dua tarikan yang tak bisa disatukan. Data tenaga kerja mendukung pelonggaran. Brent yang bertahan di atas $88 per barel akibat eskalasi baru di Timur Tengah mendukung pengetatan. Keputusan berikutnya baru jatuh pada 16 September, dan enam pekan di antaranya kemungkinan akan diisi oleh pasar yang berayun kencang mengikuti setiap pidato pejabat The Fed.

Perang Dagang AS-China Berpindah dari Tarif ke Rezim Teknologi

Pada 5 Agustus, Kementerian Perdagangan China mengumumkan kontrol ekspor drone dan larangan transaksi dengan enam entitas Amerika, termasuk Applied DNA Sciences dan kelompok advokasi Human Rights in China. Langkah itu merupakan balasan atas pembatasan FCC terhadap impor drone China dan penambahan puluhan perusahaan China ke daftar entitas Uyghur Forced Labor Prevention Act oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri. Delapan hari kemudian, Washington membalas lagi, dan kedutaan China merespons dengan tajam melalui pernyataan kepada South China Morning Post.