Ini adalah jenis sentimen positif (tailwind) yang tercermin dalam data riil, bukan sekadar sentimen pasar. PDB zona euro pada kuartal kedua tumbuh 0,4% secara kuartalan (quarter-on-quarter), dua kali lipat dari perkiraan konsensus sebesar 0,2%, bahkan ketika kawasan tersebut harus menanggung lonjakan biaya energi dan gangguan di Timur Tengah. Ditambah dengan valuasi saham yang sudah terdiskon dibandingkan pasar AS, serta narasi rotasi sektor yang nyata seiring kekhawatiran investor terhadap konsentrasi keuntungan pasar AS yang hanya berpusat pada segelintir saham terkait kecerdasan buatan (AI), argumen ini menjadi sangat masuk akal: Eropa tidak sedang menguat di tengah perang, melainkan menguat karena mesin fiskal yang telah tertunda selama satu dekade akhirnya mulai berjalan, dan mesin tersebut cukup kuat untuk meredam dampak negatif perang.
Pandangan Skeptis: Tampak Seperti Puas Diri dengan Momentum yang Tepat
Sekarang, mari kita cermati apa yang cenderung diabaikan oleh para pelaku pasar yang bullish. Michael Field, ahli strategi pasar Eropa di Morningstar, secara langsung menyanggah anggapan bahwa kinerja pasar Eropa lebih unggul tahun ini. Ia berpendapat bahwa narasi "saham internasional mengalahkan AS" sebagian besar merupakan cerita tentang pasar berkembang (emerging markets). Jika distorsi tersebut dihilangkan, Eropa secara khusus tetap tertinggal dan masih berada di belakang pasar AS yang didorong oleh sektor AI berdasarkan fundamentalnya.

